MUTIARA PAGI : Jangan Sekali-kali Masuk ke Masalah yang Tak Engkau Pahami Jalan Keluarnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id – Natar – Ada kebijaksanaan besar dalam nasihat ini. Banyak luka hidup bukan karena takdir yang berat, melainkan karena keberanian yang salah tempat: berani melangkah tanpa ilmu, berani memutuskan tanpa pertimbangan, dan berani masuk ke persoalan yang sejak awal tidak dipahami arah dan akhirnya. Islam tidak mengajarkan sikap nekat, tetapi kehati-hatian yang dibimbing oleh ilmu dan hikmah.

Allah Subḥanahu wata’ala mengingatkan agar seorang hamba tidak berjalan di atas jalan yang gelap tanpa cahaya pengetahuan:

> وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isrā’: 36)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap langkah tanpa ilmu akan dimintai hisab. Masuk ke dalam persoalan, baik urusan agama, muamalah, perasaan, maupun keputusan hidup—tanpa memahami konsekuensinya, seringkali berakhir dengan penyesalan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga memberikan peringatan keras tentang bahaya bertindak tanpa ilmu:

> مَنْ أُفْتِيَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ إِثْمُهُ عَلَى مَنْ أَفْتَاهُ

“Barang siapa memberi fatwa tanpa ilmu, maka dosanya ditanggung oleh orang yang memberi fatwa tersebut.” (HR. Abu Dāwud)

Hadits ini menunjukkan bahwa berbicara dan bertindak tanpa ilmu bukan hanya kesalahan pribadi, tetapi bisa menjerumuskan diri dan orang lain. Maka bagaimana mungkin seseorang masuk ke masalah besar, sementara jalan keluarnya sendiri tidak ia pahami?

Islam mengajarkan untuk berhenti, bertanya, dan mencari petunjuk sebelum melangkah. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

> فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang memiliki pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Naḥl: 43)

Sikap bijak seorang mukmin bukanlah selalu maju, tetapi tahu kapan harus menahan diri. Bukan setiap peluang harus diambil, dan bukan setiap masalah harus dimasuki. Karena keselamatan seringkali terletak pada kemampuan berkata, “Aku belum tahu,” lalu mencari ilmu sebelum melangkah.

Karenanya, jangan biarkan keberanian mengalahkan kebijaksanaan. Jangan masuk ke lorong masalah tanpa peta dan cahaya. Sebab dalam Islam, langkah yang paling selamat adalah langkah yang dipandu oleh ilmu, doa, dan tawakkal kepada Allah Subḥanahu wata’ala.
(KIS/132).
WaAllahu A’lam

_____
? H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

PD-PKPNU Palas Angkatan XXXVII: Meneguhkan Sanad Perjuangan di Hari Bela Negara

nataragung.id – Palas – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Palas menegaskan dominasi pengaderannya di Lampung Selatan dengan menggelar Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XXXVII. Kegiatan yang dipusatkan di SMP Plus Al-Qolam, Dusun Semarang, Desa Tanjungsari ini dibuka secara resmi pada Jumat (19/12/2025), bertepatan dengan momentum historis Hari Bela Negara ke-77.

cara pembukaan berlangsung sangat kolaboratif dengan kehadiran unsur Forkopimcam yang lengkap, mulai dari Camat Palas Ibu Rosalina, M.Keb, Sekcam Bapak Suyadi, SE, Babinsa Serka Subur, hingga Kepala KUA Hi. Sholihin, S.AN., M.E.Sy. Sinergi ini menunjukkan bahwa pengaderan NU di Palas telah menjadi bagian integral dari penguatan ketahanan nasional di tingkat akar rumput.

Ketua MWCNU Palas, Ust. Arif Sutikno, S.Pd.I, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya pengaderan angkatan ke-37 ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi. “Kami sangat bersyukur PD-PKPNU ini bisa terlaksana. Harapan kami, dengan bertambahnya Kader Penggerak NU di Kecamatan Palas, MWCNU dapat semakin meningkatkan performa khidmahnya, lebih tertata secara administratif, dan semakin kuat dalam mengawal aspirasi warga Nahdliyin di akar rumput,” ujarnya.

Ketua PCNU Lampung Selatan, H. Abdul Haris, S.Ag., M.HI. dalam sambutannya mengingatkan bahwa keberhasilan PD-PKPNU tidak diukur dari angka statistik semata. “Meski diikuti oleh 45 peserta, yang kami kejar adalah kualitas. Kami ingin memastikan kader-kader ini benar-benar ‘menetas’ menjadi penggerak yang mampu mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah secara istikamah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Instruktur Wilayah sekaligus Katib Syuriyah PCNU Lampung Selatan, KH Nur Mahfudz, SE. Beliau memaparkan bahwa materi PD-PKPNU memiliki sanad perjuangan yang tersambung langsung kepada para muassis NU. “Membela negara bagi warga NU adalah kewajiban agama. Tanggal 19 Desember ini adalah pengingat bahwa sejak 1948, kiai dan santri adalah garda depan kedaulatan NKRI,” imbuhnya.

Suasana khidmat pembukaan diawali dengan Tari Sigeh Penguten dan tawasu yang dipimpin Rais Syuriyah MWCNU Palas, Kiai Lazim Udin. Camat Palas, Ibu Rosalina, mengaku terkesan dengan aura kesejukan dalam majelis tersebut. “Saya sangat mengapresiasi disiplin para peserta. Ingat, proses organisasi ini adalah ibadah untuk akhirat. Jaga kesehatan dan kebersihan personal selama tiga hari ke depan,” pesannya di hadapan lintas generasi peserta.

Kepala Desa Tanjungsari, Bapak Jarwono, juga menyampaikan kebanggaannya desa tersebut menjadi tuan rumah. Ia berharap masyarakatnya semakin melek ideologi NU dan siap mengikuti angkatan selanjutnya. Menariknya, seluruh atribut kegiatan merupakan hasil produksi unit usaha sablon mandiri milik kader, sebuah bukti nyata kedaulatan ekonomi yang diusung MWCNU Palas.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PAC Muslimat NU Palas Hj. Mutamimah, Wakil Ketua PC Muslimat NU Lamsel Hj. Nunuk Nirwana, SE, serta jajaran panitia yang dipimpin oleh Ust. Arif Sutikno, S.Pd.I. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (21/12) mendatang dengan pengawasan ketat tim instruktur. (**)

Editor : Edi Sriyanto

Lampung Selatan Berhaji: BSI dan Pemkab Lampung Selatan Perkuat Literasi Haji, Dorong Warga Rencanakan Haji Sejak Dini

nataragung.id – Kalianda – Bank Syariah Indonesia (BSI) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar kegiatan Lampung Selatan Berhaji dan Doa Bersama sebagai upaya memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong perencanaan ibadah haji yang lebih matang bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Korpri, kompleks perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Jumat (19/12/2025), tersebut dihadiri ratusan peserta dan menghadirkan penceramah kondang Ustaz Akri Patrio.

j

Dengan gaya penyampaian santai dan diselingi humor ringan, Ustaz Akri memberikan tausiah seputar makna dan persiapan ibadah haji yang disambut antusias jemaah.

Selain tausiah dan doa bersama, acara ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan sosial dan layanan publik, mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, booth pelayanan BSI, pameran unit mobil listrik, hingga penyerahan simbolis tabungan haji dan E-Mas. BSI juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dengan total nilai Rp50 juta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, Ketua Pengadilan Agama Kalianda Korik Agustian, jajaran pimpinan BSI, di antaranya Group Head RDG BSI Dien Lukita Purnamasari dan Group Head TBR BSI Dickman Maulana.

Turut hadir Area Manager BSI Area Lampung Luthvy Indaka, Branch Manager BSI KCP Kalianda Medi Agustian, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta sejumlah pejabat utama di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Group Head RDG BSI, Dien Lukita Purnamasari, dalam sambutannya mengatakan bahwa Lampung Selatan Berhaji merupakan bagian dari program utama BSI yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah.

“Kegiatan ini kami lakukan di seluruh pemerintah daerah. Ujung besarnya adalah Indonesia berhaji,” ujar Dien Lukita.

Ia menegaskan, sinergi antara BSI dan Pemkab Lampung Selatan merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam memberikan edukasi dan pendampingan keuangan syariah yang komprehensif, khususnya dalam perencanaan ibadah haji.

“Mimpi kami adalah menghajikan seluruh masyarakat Indonesia agar bisa berangkat haji bersama Bank Syariah Indonesia,” tambahnya.

Dien Lukita juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lampung Selatan atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi BSI sebagai sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual bagi masyarakat, khususnya di Lampung Selatan,” katanya.

Sementara itu, menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menilai kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial.

“Acara pagi ini bukan hanya olahraga bersama atau penyerahan simbolis. Ini adalah ikhtiar besar untuk menyatukan fisik, rohani, dan visi pengabdian,” ujar Syaiful.

Menurutnya, penyerahan tabungan haji, E-Mas, hingga santunan anak yatim bukanlah simbol kosong, melainkan pesan kuat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik.

“Membangun Lampung Selatan bukan hanya dengan beton dan aspal, tetapi juga dengan iman, kepedulian, dan keberkahan,” katanya.

Lebih lanjut, Syaiful mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Lampung Selatan untuk menjadi pelopor budaya perencanaan masa depan, termasuk dalam mempersiapkan ibadah haji sejak dini.

“ASN yang baik adalah ASN yang berpikir jauh ke depan. Luruskan niat bekerja sebagai ibadah, kuatkan integritas, dan jaga kekompakan sebagai satu keluarga besar Pemkab Lampung Selatan,” kata Syaiful. (mara)

Menggema dari Natar, 113 Atlet Dilepas Menuju PORKAB Lampung Selatan 2025

nataragung.id, Natar – Jum’at, 19 Desember 2025, halaman Kantor Kecamatan Natar berubah menjadi lautan semangat dan harapan. Di bawah langit pagi yang cerah, Upacara Pelepasan Kontingen Atlet Kecamatan Natar menuju Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Lampung Selatan 2025 berlangsung khidmat, penuh rasa bangga, dan sarat doa.

Ratusan pasang mata menyaksikan momen penting tersebut. Para atlet berdiri tegap, mengenakan atribut kebanggaan daerah, didampingi pelatih, pendamping, serta official. Upacara ini menjadi simbol dimulainya perjuangan Kontingen Kecamatan Natar untuk mengharumkan nama daerah di ajang olahraga tingkat kabupaten.

Upacara diawali dengan laporan Sunano, SE., MM, selaku Ketua KOK Kecamatan Natar, yang dengan penuh keyakinan melaporkan kesiapan seluruh kontingen. Dalam laporannya, Sunano menyampaikan bahwa Kecamatan Natar mengirimkan total 153 personel, yang terdiri dari 113 atlet, 19 official, dan 21 pendamping, untuk berlaga pada tujuh cabang olahraga di PORKAB Lampung Selatan 2025.

Tujuh cabang olahraga yang diikuti tersebut meliputi pencak silat, bulu tangkis, tenis meja, renang, atletik, handball, dan catur. Seluruh atlet merupakan putra-putri terbaik Kecamatan Natar yang telah menjalani proses latihan, pembinaan, dan seleksi secara berjenjang, dengan harapan mampu memberikan hasil terbaik bagi daerah.

Dalam kesempatan itu, Sunano juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para sponsor serta pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan kontingen. Dukungan tersebut datang dari PT Konverta Mitra Abadi, Wong Coco, Jordan Bakery, PT Karya Transportasi Abadi, Bumi Adil Group, serta Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, SE., MM. Menurutnya, dukungan ini menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk tampil maksimal di arena pertandingan.

Bertindak sebagai Pembina Apel, Camat Natar Eko Irawan, S.STP., MM., menyampaikan amanat yang menggugah semangat juang. Dengan suara tegas namun penuh empati, ia menekankan bahwa PORKAB bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan ajang pembentukan karakter, mental juara, dan jati diri atlet.

“Di arena pertandingan nanti, kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama keluarga dan membawa kehormatan Kecamatan Natar. Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, jaga sportivitas, dan tunjukkan bahwa atlet Natar memiliki karakter yang kuat,” ujar Eko Irawan.

Ia juga mengingatkan para atlet agar menjaga disiplin, kekompakan, serta etika selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PORKAB. Menurutnya, sikap di luar arena pertandingan sama pentingnya dengan prestasi di dalam arena.

Lebih lanjut, Camat Natar memberikan suntikan semangat agar para atlet tidak mudah gentar menghadapi lawan. Ia meminta seluruh kontingen untuk fokus, percaya diri, dan menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga, baik dalam kemenangan maupun kekalahan.

“Menang adalah harapan, tetapi berjuang dengan jujur dan penuh tanggung jawab adalah kehormatan. Jadilah duta Kecamatan Natar yang membanggakan,” tambahnya.

Upacara pelepasan semakin khusyuk saat Ustad Rohimin memimpin pembacaan doa. Suasana hening menyelimuti halaman kantor kecamatan, doa-doa dipanjatkan agar seluruh atlet diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan fisik dan mental, serta kelancaran selama bertanding. Lantunan doa tersebut menjadi penutup yang sarat makna, sekaligus pengiring langkah para atlet menuju medan laga.

Dengan semangat kebersamaan, dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, sponsor, serta masyarakat, Kontingen Kecamatan Natar siap mengukir prestasi di PORKAB Lampung Selatan 2025. Harapan besar disematkan di pundak 113 atlet yang akan berlaga di tujuh cabang olahraga, membawa tekad untuk mengharumkan nama Natar dan menorehkan sejarah prestasi baru di tingkat kabupaten.

Editor  : Muhammad Arya

Profil Ade Kuswara Kunang yang Kena OTT KPK, Bupati Termuda dalam Sejarah Kabupaten Bekasi

nataragung.id – Bekasi – Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (32) ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (19/12/2025).

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang ditangkap bersama sembilan orang lainnya dalam OTT di Bekasi, Jawa Barat.

“Benar, salah satunya (Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang),” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dihubungi wartawan, Jumat (19/12/2025) dini hari.

Berikut Profil Ade Kuswara.

Ade Kuswara adalah Bupati Bekasi terpilih melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 bersama pasangannya, dr. Asep Surya Atmaja.

Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 6 Februari 2025.

Sebelumnya, Ade Kuswara menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019-2024 dan kembali dipercaya untuk periode 2024-2029.

Ade Kuswara Kunang lahir di Bekasi, Jawa Barat pada 15 Agustus 1993.

Ia merupakan anak H. M Kunang atau yang akrab disapa Abah Kunang.

Abah Kunang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, serta pendiri organisasi masyarakat Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan.

Ade Kuswara Kunang menyelesaikan pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari President University.

Selain karier politiknya, Ade Kuswara juga aktif berorganisasi.

Politiks PDI Perjuangan itu pernah menjabat sebagai Wali Ketua Badan Muslimin Indonesia serta Dewan Pengawas Garda Pasundan.

Bupati Termuda di Bekasi.

Sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, mengungkapkan bahwa Ade Kuswara Kunang menjadi bupati definitif termuda dengan usia 31 tahun 6 bulan saat pelantikan.

Rekor ini menjadikannya lebih muda dibandingkan para bupati sebelumnya, termasuk bupati dr Neneng Hasanah Yasin yang menang dalam Pilkada 2012.

Neneng menjadi bupati perempuan pertama di Kabupaten Bekasi dengan usia 31 tahun 10 bulan.

Selain itu, rata-rata berusia di atas 40 tahun saat menjabat.

“Neneng sama Ade Kunang menjadi bupati saat usia 31 tahun, tapi usai Neneng lebih tua 4 bulan dengan Ade Kunang,” kata Endra.

Ia menerangkan, bupati pertama yang ditunjuk Departemen Dalam Negeri pada era Orde Baru, Letnan Kolonel M. Sukat Subandi, dilantik pada 26 Januari 1967 dalam usia 41 tahun.

Sementara itu, penggantinya, Letnan Kolonel Abdul Fatah, menjabat pada usia 47 tahun setelah dipilih oleh DPRD.

Sejarah kepemimpinan Kabupaten Bekasi mencatat bahwa para bupati sebelumnya berasal dari latar belakang militer maupun politik dengan rentang usia yang lebih senior.

Misalnya, Letnan Kolonel Sukomartono yang dilantik pada 9 November 1983 berusia 42 tahun, Kolonel Inf. H. Moch Djamhari yang menjabat pada 1993 di usia 50 tahun, serta Kolonel H. Wikanda Darmawijaya yang menjadi bupati pada 1998 di usia 57 tahun.

Pada era pemilihan langsung, Bupati Sa’duddin yang terpilih dalam Pilkada 2007 dilantik pada usia 46 tahun. Dan Pilkada 2012 Bupati Neneng dilantik usia 31 tahun 10 bulan.

Harta Kekayaan

Ade Kuswara Kunang tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp 81,8 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang dilaporkannya pada tanggal 31 Maret 2024 untuk periodik 2023.

Harta terbanyak Ade Kuswara Kunang berasal dari tanah dan bangunan yang ia milik di wilayah Bekasi, Karawang, Cianjur, senilai Rp 76,5 miliar atau Rp 76.527.000.000.

Kantor Disegel
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah Bekasi.

Ia menyebut tim penyidik telah mengamankan sekitar 10 orang dalam operasi senyap yang berlangsung sejak 17–18 Desember 2025 tersebut.

“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Sampai dengan saat ini tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang. Masih berproses,” ujar Budi.

Buntut dari penangkapan Ade Kuswara, tim penyidik KPK langsung bergerak menyegel sejumlah ruangan di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis (18/12/2025) malam.

Penyegelan yang berlangsung singkat sekitar 15 hingga 30 menit tersebut menyasar ruang kerja Bupati Bekasi dan Kantor Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi.

KPK memiliki waktu 1×24 jam setelah penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan. (SMh)

Hari Bela Negara 19 Desember: Camat Natar Ajak Masyarakat Lampung Selatan Bersatu dan Berkarya

nataragung.id — Natar, Lampung Selatan — Tanggal 19 Desember menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia, diperingati sebagai Hari Bela Negara, pengingat sejarah panjang perjuangan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan, persatuan, dan martabat negeri. Camat Natar, Eko Irawan, S.STP., M.A., mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan hari ini sebagai momentum introspeksi sekaligus penguatan rasa cinta tanah air.

“Hari Bela Negara bukan hanya soal sejarah, tetapi juga soal bagaimana kita menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat ini harus tercermin dalam tindakan nyata kita sebagai warga negara,” ujar Eko Irawan.

Camat Natar menegaskan bahwa bela negara kini hadir dalam bentuk kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Integritas, kerja keras, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap perbedaan adalah bagian dari upaya membela bangsa di era modern.

“Bela negara hari ini berarti menjaga persatuan, menegakkan kejujuran, menolak perbuatan merugikan bangsa seperti narkoba dan korupsi, serta aktif membangun lingkungan sekitar menjadi lebih baik,” tambahnya.

Eko Irawan juga menekankan peran generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa. Di tengah dinamika global dan arus informasi yang cepat, menanamkan nilai-nilai nasionalisme, tanggung jawab sosial, dan cinta tanah air menjadi sangat penting.

“Generasi muda adalah penerus estafet bela negara. Mereka harus tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, cerdas, dan memiliki kesadaran penuh akan peran mereka untuk bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Camat Natar juga mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan sosial, memperkuat solidaritas, serta berpartisipasi aktif dalam membangun daerah demi kemajuan Lampung Selatan.

“Mari kita jaga Natar dan Lampung Selatan dengan karya, hormati sesama, dan bela negara dengan kesadaran serta semangat yang nyata,” pungkasnya.

Dengan peringatan Hari Bela Negara setiap 19 Desember, diharapkan seluruh warga Lampung Selatan, khususnya masyarakat Natar, mampu menyalakan kembali api nasionalisme, memperkuat persatuan, dan menguatkan komitmen kebangsaan demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat.

Editor  : Muhammad Arya

Pencak Silat Natar Menyala di Porkab Lampung Selatan 2025, Raih Puluhan Emas dan Kukuh di Puncak Klasemen

nataragung.id, Lampung Selatan Cabang olahraga Pencak Silat kembali menegaskan diri sebagai salah satu lumbung prestasi pada ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Lampung Selatan 2025. Berdasarkan rekapitulasi resmi Pengkab IPSI Lampung Selatan, Kontingen Kecamatan Natar tampil luar biasa dan keluar sebagai juara umum dengan raihan medali yang mencolok dan sulit dikejar kontingen lain.

Natar sukses mengoleksi 30 medali emas, 2 perak, dan 6 perunggu, dengan total 38 medali, menjadikannya kontingen paling dominan sepanjang gelaran pertandingan pencak silat Porkab tahun ini. Keunggulan tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya pembinaan atlet silat di wilayah Natar.

Di posisi berikutnya, Kecamatan Sragi menempati peringkat kedua dengan perolehan 6 emas, 6 perak, dan 6 perunggu (total 18 medali). Disusul Katibung dan Candipuro yang sama-sama menunjukkan performa solid dengan total 11 medali, sementara Bakauheni dan Penengahan masing-masing mengumpulkan 12 medali.

Sejumlah kecamatan lain juga mencatatkan kontribusi prestasi, di antaranya Jati Agung, Sidomulyo, Kalianda, Rajabasa, hingga Tanjung Sari. Meski tidak semua kontingen meraih emas, semangat juang para pesilat tetap mewarnai jalannya kompetisi hingga akhir pertandingan.

Ketua Pelaksana Cabang Olahraga Pencak Silat Porkab Lampung Selatan 2025, Fakhrurozi, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas sportivitas dan semangat seluruh atlet, pelatih, serta ofisial yang telah menyukseskan pertandingan.

“Porkab bukan sekadar perebutan medali, tetapi ajang pembinaan dan pembuktian bahwa pencak silat Lampung Selatan terus tumbuh dan berprestasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pengkab IPSI Lampung Selatan, Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., M.H., yang menegaskan bahwa hasil Porkab 2025 akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pembinaan atlet menuju event yang lebih tinggi.

“Prestasi yang diraih hari ini adalah buah dari latihan panjang dan kerja keras. Kami berharap para atlet tidak cepat berpuas diri, karena tantangan ke depan jauh lebih besar,” tegasnya.

Ajang Porkab Lampung Selatan 2025 cabang pencak silat pun menjadi bukti bahwa olahraga warisan budaya bangsa ini terus hidup, berkembang, dan melahirkan pesilat-pesilat tangguh yang siap mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Editor  : Muhammad Arya

Ketua LSM PRO RAKYAT Aqrobin AM : Bela Negara Bukan Sekadar Upacara, Tapi Keberanian Membela Rakyat Lampung

nataragung.id, Lampung Selatan — Peringatan Hari Bela Negara, 19 Desember, jangan berhenti sebagai seremonial belaka. Ketua LSM PRO RAKYAT, Aqrobin AM, menegaskan bahwa bela negara sejatinya adalah keberanian rakyat untuk melawan ketidakadilan, membela hak-haknya, dan menjaga martabat kehidupan masyarakat Lampung.

Menurut Aqrobin AM, kondisi sosial hari ini masih menyisakan banyak persoalan yang langsung dirasakan rakyat kecil—mulai dari pelayanan publik yang lemah, kebijakan yang tidak berpihak, hingga suara masyarakat yang kerap diabaikan. Dalam situasi seperti itu, diam dan takut bersuara justru menjadi ancaman nyata bagi bangsa.

Selamat Hari Bela Negara. Jangan maknai bela negara hanya dengan baris-berbaris dan pidato. Bela negara adalah keberanian rakyat untuk tidak tunduk pada ketidakadilan dan tidak membiarkan hak-haknya dirampas,” tegas Aqrobin, Kamis (19/12).

Ia menyebut, masyarakat Lampung harus berani bangkit, saling menguatkan, dan tidak terpecah oleh kepentingan sempit. Menurutnya, perpecahan di akar rumput justru melemahkan posisi rakyat dan membuka ruang bagi penyalahgunaan kekuasaan.

Kalau rakyat diam, ketidakadilan akan terus berjalan. Kalau rakyat takut bersuara, maka kezaliman akan merasa aman. Bela negara hari ini adalah keberanian bersikap, mengawasi, dan melawan dengan cara yang konstitusional,” ujarnya lantang.

Sebagai LSM yang lahir dari dan untuk rakyat, PRO RAKYAT menegaskan komitmennya untuk terus berada di barisan masyarakat, mengawal kebijakan publik, membela hak-hak warga, serta menjadi alat perjuangan rakyat Lampung dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Aqrobin AM juga mengajak generasi muda Lampung agar tidak apatis dan mau turun tangan menghadapi persoalan nyata di sekitarnya.

Anak-anak muda Lampung jangan hanya jadi penonton. Negara ini kuat kalau rakyatnya berani. Lampung akan bermartabat kalau rakyatnya tidak mudah dibungkam,” katanya.

Ia menutup dengan seruan tegas bahwa Hari Bela Negara harus menjadi titik balik keberanian rakyat untuk bersatu dan bergerak.

Bela negara berarti membela rakyat. Selama rakyat belum adil dan sejahtera, perjuangan belum selesai. PRO RAKYAT akan terus berdiri bersama rakyat Lampung,” pungkas Aqrobin AM.

Editor  : Muhammad Arya

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan Ajak Warga Bangkitkan Jiwa Patriotisme di Hari Bela Negara

nataragung.id, Lampung Selatan Peringatan Hari Bela Negara setiap 19 Desember kembali menjadi ruang refleksi kebangsaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan, Edo Saputra Wijaya, SH., MH., menyampaikan ucapan Selamat Hari Bela Negara sekaligus mengajak masyarakat Lampung Selatan untuk terus menumbuhkan semangat patriotisme, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa.

Menurut Edo Saputra Wijaya, makna bela negara saat ini tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik, melainkan diwujudkan melalui sikap tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Selamat Hari Bela Negara, 19 Desember. Bela negara adalah bentuk kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan bangsa. Dari Lampung Selatan, mari kita jaga persaudaraan, hormati perbedaan, dan bersama-sama berkontribusi positif demi Indonesia yang berdaulat dan bermartabat,” ujar Edo, Jum’at (19/12/25).

Kepada tim redaksi nataragung.id Ia menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks, mulai dari pengaruh globalisasi, disinformasi, hingga menurunnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Oleh sebab itu, peran seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjadi benteng moral dan sosial di lingkungannya masing-masing.

Bela negara hari ini adalah keberanian untuk bersikap jujur, adil, dan berintegritas. Menjaga ketertiban, mematuhi aturan, serta ikut membangun daerah adalah wujud nyata cinta tanah air,” tegasnya.

Sebagai legislator, Edo Saputra Wijaya menyampaikan bahwa Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan berkomitmen mendukung kebijakan pembangunan yang memperkuat ketahanan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menumbuhkan semangat nasionalisme yang berakar pada nilai kearifan lokal.

Ia berharap peringatan Hari Bela Negara menjadi momentum kebangkitan kesadaran bersama bahwa kekuatan bangsa bermula dari rakyat yang peduli dan berani menjaga persatuan.

Dengan semangat Hari Bela Negara, mari kita satukan langkah dan tekad untuk Lampung Selatan yang aman, maju, dan berdaya saing, sebagai bagian dari Indonesia yang kuat,” pungkas Edo Saputra Wijaya.

Editor  : Muhammad Arya

Validasi Global Ditengah Resistensi Lokal : Membaca Paradoks Digitalisasi NU. Oleh: Edi Sriyanto *)

nataragung.id – Sidomulyo – Menjelang Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo pada 21 Desember 2025, publik kini menyoroti bagaimana Nahdlatul Ulama (NU) mengelola ketegangan antara kemajuan sistem administrasi modern dengan dinamika kepemimpinan internalnya. Pertemuan ini menjadi krusial karena mengundang seluruh elemen kunci, mulai dari Mustasyar, Syuriyah, hingga Tanfidziyah PBNU di tengah tarikan napas organisasi yang kian kencang menyongsong abad kedua. Narasi yang berkembang belakangan ini bukan sekadar urusan teknis persuratan, melainkan sebuah dialektika besar mengenai bagaimana organisasi keagamaan terbesar di dunia ini mendefinisikan kedaulatan dan akuntabilitasnya di era digital.

Di panggung internasional, NU baru saja menorehkan tinta emas yang membanggakan. Sistem Digdaya Persuratan secara resmi masuk dalam nominasi WSIS Prizes 2025 yang diselenggarakan oleh badan dunia di bawah naungan PBB. Ini bukan sekadar penghargaan seremonial, melainkan pengakuan atas keberhasilan NU melakukan transformasi digital masif yang telah memproses lebih dari 31.000 surat keluar dan 35.000 surat masuk. Efisiensi yang dihasilkan sangat radikal; sebuah proses birokrasi yang sebelumnya memakan waktu tujuh hingga sepuluh hari, kini dapat dituntaskan hanya dalam satu jam. Bagi sebuah jam’iyyah yang mengelola 135 juta anggota di 520 cabang kabupaten/kota hingga 30 cabang luar negeri, capaian ini adalah revolusi transparansi yang tak terbantahkan.

Digitalisasi ini secara otomatis mengeliminasi inefisiensi manual yang selama ini menjadi beban struktural dan finansial organisasi. Penghematan biaya operasional, mulai dari pencetakan kertas hingga biaya logistik antar wilayah, dialihkan menjadi energi program yang lebih produktif. Digdaya adalah perwujudan kedaulatan digital (digital sovereignty), di mana integritas setiap keputusan organisasi dikunci oleh enkripsi dan otentikasi digital yang sah secara hukum negara melalui integrasi Peruri Tera. Inilah benteng yang menjaga marwah NU agar tetap tegak di atas kepastian hukum, menjauhkannya dari era administrasi manual yang seringkali gelap dan rentan terhadap manipulasi kepentingan sesaat.

Namun, di tengah kegemilangan global tersebut, muncul sebuah paradoks di internal jam’iyyah. Upaya mendelegitimasi sistem ini melalui instrumen moratorium memicu pertanyaan besar bagi para pengamat tata kelola organisasi. Publik melihat adanya kontradiksi sosiologis yang tajam: bagaimana mungkin sebuah sistem yang tervalidasi secara internasional, justru dihambat oleh prosedur manual yang dalam perspektif hukum administrasi modern dianggap mengalami cacat formil elementer. Penggunaan tanda tangan manual di atas klaim otentikasi digital menjadi anomali menarik tentang bagaimana sebuah otoritas tradisional mencoba melakukan negosiasi terhadap sistem yang objektif dan transparan.

Sejarah mencatat bahwa dalam dua pertemuan sebelumnya di Ploso dan Tebuireng, harapan akan adanya islah belum membuahkan hasil signifikan karena respons pro-aktif yang minim dari faksi tertentu. Kini, Lirboyo hadir sebagai tawaran ruang dialog terakhir yang diinisiasi oleh para masyayikh sepuh, termasuk KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, dan KH. Ma’ruf Amin. Lirboyo bukan sekadar koordinat geografi, ia adalah simbol “restu kultural” yang kini menjadi ujian kematangan bagi NU. Musyawarah Kubro ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang nostalgia administratif, melainkan momentum untuk menyelaraskan titah para kiai dengan kebutuhan organisasi modern yang menuntut akuntabilitas total.

 

Menyelesaikan kemelut ini bukan dengan membangun opini yang melanggar aturan, melainkan dengan kembali pada meja konstitusi jam’iyyah. Menjaga masa depan NU berarti menjaga sistem Digdaya agar tidak lagi terjebak dalam pola administrasi usang yang rentan manipulasi. Jika islah di Lirboyo gagal mencapai titik temu yang menghargai kemajuan ini, maka konsekuensinya bukan hanya pada kredibilitas internal, melainkan juga pada kepercayaan dunia internasional yang baru saja menaruh hormat pada langkah digitalisasi NU. Kedaulatan jam’iyyah kini berada di persimpangan jalan sejarah: menjemput masa depan yang terang benderang melalui integritas sistem, atau terseret kembali ke era manual yang penuh ketidakpastian birokrasi. Sebab, khidmah kita kepada para masyayikh adalah kewajiban akhlak, namun ketaatan kita pada konstitusi jam’iyyah adalah benteng terakhir yang menjaga rumah besar ini agar tidak runtuh. Menjaga Digdaya berarti menjaga masa depan Nahdlatul Ulama di abad kedua.”
Tabik.

*) Penulis Adalah : Aktivis NU Lampung Selatan, tinggal di Kecamatan Sidomulyo – Lampung Selatan.