Wabup Syaiful Hadiri Festival Pioneer di Kecamatan Penengahan

nataragung.id – PENENGAHAN – Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar menghadiri acara Festival Pioneer yang diadakan Corteva Agriscience di Lapangan Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Minggu (27/04/2024).

Festival itu diawali dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti ratusan warga Kecamatan Penengahan dan sekitarnya. Acara semakin semarak dengan adanya games, Bazar UMKM serta pembagian dooprize dengan hadiah utama satu unit sepeda motor.

Bisnis Distrik Manager Seed Corteva Agriscience, Dandi Amar mengatakan, Festival Pioneer digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para petani yang setia menggunakan benih unggulan Pioneer 27 dari Corteva Agriscience.

“Terima kasih kami ucapkan kepada bapak ibu yang masih setia menggunakan produk kami Pioneer P27. Mudah-mudahan bapak ibu sehat selalu, panennya sukses dan lancar,” ujarnya.

Sementara, Wabup Syaiful mengapresiasi acara Festival Pioneer karena menjadi salah satu bagian yang turut serta dalam menyukseskan program ketahanan pangan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Lampung mengucapkan terima kasih kepada Corteva yang sudah menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan bapak ibu yang ikut jalan sehat ini dapat doorprize hadiah utama yakni motor dan hadiah lainnya,” ujar Wabup Syaiful.

Dalam kesempatan itu, Wabup Syaiful juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar dapat mengemban amanah dengan baik sehingga Lampung Selatan menjadi kabupaten yang maju.

“Mohon doanya masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, semoga kami (Egi-Syaiful) senantiasa diberikan kesehatan agar pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan dengan lancar,” kata Wabup Syaiful. (mara)

Ustadz Abdul Somad Sampaikan Pesan Ukhuwah di Branti Raya

nataragung.id, Natar — Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, menjadi tuan rumah acara Tablig Akbar dan Halal Bi Halal pada Minggu, 27 April 2025, pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Branti Raya bekerja sama dengan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Branti Raya.

Acara ini dihadiri oleh Camat Natar, Supi’ah, S.Ag., M.Si., para kepala desa se-Kecamatan Natar, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Natar beserta pengurus, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Natar. Sambutan Bupati Lampung Selatan disampaikan oleh Staf Ahli Bupati, Ahmad Herry, SE., MM., yang menekankan pentingnya menjaga dan mempererat silaturahmi melalui kegiatan Halal Bi Halal.

“Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana untuk memperbaiki hubungan antar sesama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujar Ahmad Herry dalam sambutannya.

Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S., Ph.D., yang menyampaikan pesan tentang pentingnya mempererat tali silaturahmi yang mungkin sempat terputus. Beliau menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana untuk memperbaiki hubungan antar sesama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Silaturahmi adalah menyambung kembali yang sempat terputus. Dengan silaturahmi, Allah SWT akan melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Mari kita manfaatkan momen ini untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan,” ujar Ustadz Abdul Somad dalam tausiahnya.

Editor  : Muhammad Arya

Wakil Ketua TP- PKK Lampung Selatan Reni Apriani dan Ketua DPD KNPI Lampung Selatan Merik Havit, Hadiri Acara Harlah Fatayat NU

nataragung.id – Lampung Selatan –
Wakil Ketua TP- PKK Lampung Selatan Reni Apriani dan Ketua DPD KNPI Lampung Selatan Merik Havit, SH, MH., hadiri acara Harlah ke-75 Fatayat NU tingkat Kabupaten Lampung Selatan pada Minggu 27 April 2025 di Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqin, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Perayaan Harlah ke-75 Fatayat NU di tandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng serta lomba paduan suara Mars Fatayat NU dan Perempuan Aswaja, serta pelantikan PAC Fatayat NU kecamatan Candipuro, Tanjung Sari, dan Katibung.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperingati peran penting Fatayat NU dalam meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat.

Acara tasyakuran harlah Fatayat NU selain di hadiri oleh wakil ketua tim penggerak PKK Lampung Selatan, Ketua DPD KNPI Lampung Selatan, juga jajaran PC NU Lampung Selatan dan seluruh Badan otonom NU Kabupaten Lampung Selatan. Juga tampak Ketua Jam’iyah Mudarrisatil Qur’an lil Hafidhot (JMQH) Lampung Selatan Ibu Nyai Miftahurrohmah, Ketua MWC Katibung, Camat Candipuro, Sumiati, S.E, Kepala Desa Beringin Kencana, Larasati, A.Md, para kyai dan seluruh anggota PAC Fatayat NU se kabupaten Lampung selatan.

Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Lampung Selatan Mukhoyyaroh,S.Pd.I., mengatakan momen harlah Fatayat ke 75 tahun 2025 tidak hanya berbicara tentang usia tetapi tentang pengabdian, perjuangan dan cinta perempuan hebat Fatayat NU.
“ketika kita siap berkhidmad di Fatayat NU maka kita harus siap berjuang, berkorban dan menancapkan cinta dalam hati,”

“Mari kita melangkah bersama menjadi perempuan penerang di tengah masyarakat dan menjadi perempuan-perempuan yang kuat tanpa menghilangkan kelembutan, berkarya dan berdaya tanpa henti,” ujar Mulhoyyaroh dalam sambutannya.

Sementara itu Wakil ketua tim penggerak PKK kabupaten Lampung selatan Reni Apriani mengatakan, dalam kegiatan organisasi Fatayat NU dirinya mengharapkan semoga bisa menumbuhkan generasi yang kuat secara sepiritual, cerdas secara intelektual dan tangguh secara sosial dan mengajak semua pihak yang hadir khususnya bagi perempuan hebat yang ada di Lampung selatan untuk terus berkontribusi nyata baik dalam ber-opinisasi dalam keluarga maupun dilingkungan masyarakat. Dirinya juga berdoa mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan PC Fatayat NU Lampung Selatan ini membawa berkah, dalam memperkuat ukhuwah dan menjadi titik awal kebaikan dimasa mendatang dan menjadi ajang silaturahmi bagi semua elemen perempuan di Lampung Selatan. “Selamat harlah Fatayat NU ke 75 semoga menjadi organisasi yg mandiri, progresif, dan Istiqomah dalam perjuangan,” Ucap Reni Apriani.

Pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Lampung selatan yang di wakili oleh Bendahara PCNU Lampung selatan Dr. Garum, M.Pd, mengatakan pengurus dan warga Fatayat NU jangan melupakan histori sejarah lahirnya Fatayat. “Mari kita kaji lagi dalam organisasi ini tetapi jangan melupakan sejarah lahirnya organisasi NU yang merupakan suatu bagian dari perjuangan bangsa,” ucap Garum

Di saat yang sama, disela-sela acara harlah, Ketua DPD KNPI Lampung Selatan Merik Havit, SH, MH mengatakan bahwa Fatayat NU adalah bagian dari keluarga besar KNPI. Sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan, KNPI akan berada di posisi barisan terdepan dalam meng-aktualisasikan keberadaan pemuda di tengah-tengah masyarakat. Fatayat NU adalah bagian terpenting di dunia kepemudaan, khususnya di bidang pembinaan para pemudi. “Fatayat NU, termasuk GP Ansor, IPNU dan IPPNU, merupakan bagian terpenting dalam wadah KNPI, karena itu kegiatan-kegiatannya harus di support oleh KNPI,” ucap Merik Havit yang juga adalah wakil ketua 1 DPRD Lampung Selatan dari fraksi PDIP.

Pada perayaan harlah ke-75, PC Fatayat NU tingkat Kabupaten Lampung Selatan, juga diadakan lomba paduan suara yang diikuti oleh utusan dari PAC Fatayat NU se Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu puncak perayaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Camat Candipuro dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta pelantikan PAC Fatayat NU kecamatan Candipuro,Tanjung Sari, dan Katibung yang langsung dilantik oleh Ketua PC Fatayat NU Lampung Selatan Mukhoyyaroh, S.Pd.I.

Editor : Arif Wijayanti

Halal Bihalal dan Kegiatan YKM Lampung Selatan, Meriahkan Peringatan Harlah ke-79 Muslimat NU

nataragung.id – LAMPUNG SELATAN – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Lampung Selatan sukses menggelar acara Halal Bihalal sekaligus kegiatan Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) Lampung Selatan.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dilaksanakan pada Minggu 27 April 2025 di Kantor PC Muslimat NU Lampung Selatan  yang beralamat Jalan Raden Intan, Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan Halal Bihalal di hadiri  oleh Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, beserta Ibu Reni Apriani Syaiful Anwar, jajaran pengurus dan anggota Muslimat NU se-Lampung Selatan. Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU yang ke-79.

Untuk memeriahkan suasana, diselenggarakan lomba menghias tumpeng antar PAC (Pimpinan Anak Cabang) Muslimat NU se-Lampung Selatan. PAC Muslimat NU Tanjung Bintang berhasil meraih Juara 1, disusul PAC Muslimat NU Tanjung Sari sebagai Juara 2, dan PAC Muslimat NU Merbau Mataram sebagai Juara 3.

Turut hadir dalam acara ini, KH Nur Mahfudz selaku Katib Syuriah NU Lampung Selatan serta Kyai Ali Mahmudi, Ketua LAZISNU Lampung Selatan. Kehadiran para kiai menambah keberkahan dan semangat dalam acara tersebut.

Ketua YKM Lampung Selatan, Nyai Mahmudah, turut memimpin jalannya program di bidang kesehatan, sejalan dengan komitmen YKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua PC Muslimat NU Lampung Selatan, Hj. Niswatin, dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk mempererat ukhuwah islamiyah, memperkuat solidaritas, dan terus aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Wakil Bupati Lampung Selatan, Syaiful Anwar, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Organisasi ini milik kita bersama, mari kita jaga kebersamaan ini,” ujarnya.

Acara ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui makan bersama seluruh peserta, sebagai wujud rasa syukur dan mempererat ukhuwah antar anggota Muslimat NU Lampung Selatan.

Editor : Heni Nuraini

Tidak Cukup dengan Tanggap Darurat, Tapi Tanggap Penyebab – Catatan Lepas seputar Bencana Banjir. Oleh : Gunawan Handoko *)

nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Tidak seperti hari-hari biasa, suasana di gardu ronda semalam dipenuhi oleh warga, baik yang terdampak banjir maupun yang lolos dari bencana. Selain bermalam Minggu, mereka berkumpul untuk sekedar ngobrol-ngobrol menghibur diri atas musibah yang terjadi sambil ngopi dan menyantap makanan kecil. Setiap kali datang bencana, selalu saja muncul orang-orang baik, walau sekedar membawa termos berisi minuman kopi atau teh serta makanan ringan. Bila nasib sedang mujur, tidak jarang ada warga dari luar yang datang sambil membawa nasi bungkus dan sembako seperti yang terjadi semalam.

Ada 3 orang tak dikenal turun dari mobil dan menghampiri mereka sambil menenteng beberapa tas kresek berisi nasi bungkus dan sembako. Setelah berbasa-basi dengan bertegur sapa dan menyerahkan bantuan, salah seorang dari mereka dengan nada menghibur berkata, bahwa kita tidak bisa menyalahkan hujan yang turun, karena sesungguhnya air itu merupakan rahmat Tuhan, ucapnya. Tapi karena tidak dikelola dengan baik, nikmat Tuhan itu justru sering menimbulkan masalah.

Setiap musim hujan terjadi banjir, saat kemarau kita menderita kekurangan air. Semua ini bisa terjadi karena manusia tidak mampu untuk mengelola air, lanjutnya sambil berharap agar semua warga tetap sabar dan tawaqal dalam menerima musibah. Yakinlah, bahwa dibalik musibah tentu ada hikmahnya, ucapnya.

Mewakili puluhan warga, pakdhe Handoyo menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warga. Tapi ketika ditanya asalnya darimana, rombongan tersebut hanya menjawab dengan senyuman. Bapak-bapak berdo’a saja, semoga bencana banjir ini segera tertangani dengan baik.

Pak Gubernur dan jajarannya sudah turun gunung untuk mengatasi banjir yang telah puluhan tahun terjadi di kota kita, ucapnya. Pakdhe Handoyo kembali bertanya, apakah bapak-bapak ini dari jajaran yang diperintah Gubernur untuk turun gunung, atau dari lembaga atau organisasi apa? Lagi-lagi cuma dijawab dengan senyuman sekaligus berpamitan pergi untuk mengunjungi warga yang lain.

Sambil melahap nasi bungkus dengan menu ayam bakar, warga mulai penasaran, sebagian meyakini bahwa rombongan yang datang merupakan orang-orangnya Gubernur, atau paling tidak ada keterkaitan dengan program penanganan banjir. Usai makan, pakdhe Handoyo berinisiatif memberi penjelasan terkait apa yang diucapkan tamu asing tadi. Beberapa hari lalu usai terjadi bencana, Gubernur pak Mirzani Djausal langsung memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk melakukan gerak cepat, menuju lokasi banjir guna melakukan penanganan darurat, ucap pakdhe Handoyo. OPD teknis itu diminta untuk melakukan pemetaan sistem drainase serta penanganan secara permanen. Menurut pak Gubernur, untuk mengatasi banjir di kota Bandar Lampung tidak bisa hanya dengan tanggap darurat, tapi harus tanggap penyebab. Nah, sebagai pemegang komandonya telah ditunjuk Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela untuk mengkoordinir tugas besar ini, ucap pakdhe Handoyo yang disambut manggut-manggut oleh warga.

Herman, tokoh pemuda setempat menimpali bahwa beberapa hari lalu melihat pak Gubernur dan rombongan datang ke posko di Panjang. “Kebetulan saya melihat langsung”, ucapnya dan dibenarkan oleh pakdhe Handoyo bahwa kedatangan Gubernur Lampung Yai Mirza untuk meninjau langsung dan memastikan proses penanganan darurat dan pasca bencana berjalan dengan optimal. Termasuk meninjau dapur umum untuk melihat ketersediaan logistik yang dibutuhkan. Mukidi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar di pelabuhan Panjang tiba-tiba bertanya, kapan perbaikan akan dilaksanakan? Pasalnya, seluruh perabotan rumahnya terendam air, termasuk kasurnya hingga sekarang belum kering. “Sabar Lik, semua sedang berproses dan butuh perencanaan yang matang dan tidak asal-asalan”, ucap pakdhe Handoyo yang dikenal kritis lewat tulisan opini sambil menjelaskan bahwa Wakil Gubernur Lampung Mbak Jihan Nurlela sebagai panglima sudah melakukan gerakan cepat. “Begitu mendapat perintah, Wakil Gubernur langsung membuat gebrakan dengan melakukan penutupan secara permanen terhadap penambangan ilegal. Ini bagian dari tanggap penyebab tadi” ucapnya yang langsung disambar oleh Herman dengan nada berseloroh. “Rupanya Wakil Gubernur Lampung sudah lama gerah menyaksikan lereng dan perbukitan di kota ini yang semakin hari bertambah botak dan gundul, sementara para petinggi kita melakukan pembiaran dan pura-pura tidak tahu”. Padahal, penambangan liar tersebut jelas-jelas telah membuang limbah pasir ke aliran air dan berakibat terjadinya sedimentasi serta penyumbatan di beberapa titik, ucap Herman.

Mbak Jihan Nurlela menilai bahwa banjir adalah peringatan serius dan perlu perbaikan infrastruktur pengendali banjir perkotaan yang menurutnya masih lemah. Juga dampak buruk dari eksploitasi lingkungan yang tidak terkendali dan butuh perbaikan. Herman juga memberi apresiasi kepada Pemerintah provinsi Lampung yang telah membuka kanal aduan cepat bagi warga yang terdampak, khususnya untuk pelaporan titik-titik genangan dan hambatan aliran air. Ini bentuk komitmen Pemerintah dalam melakukan penanganan banjir secara sungguh-sungguh, tidak berhenti pada tanggap darurat.

Bukan itu saja, Pemerintah provinsi Lampung juga akan menyusun kebijakan jangka menengah untuk pemulihan lingkungan, audit drainase dan revisi tata ruang di wilayah rawan bencana. Masyarakat sedang menunggu proses yang sedang berjalan guna mengakhiri bencana banjir yang tidak kunjung usai. Gerak cepat yang diambil oleh Gubernur Lampung menjadi simbol harapan dan bukti nyata bahwa perhatian Pemerintah sangat berarti di tengah situasi krisis seperti sekarang ini. Terimakasih Pak Gubernur yang telah membantu Walikota Bandar Lampung dalam menangani musibah banjir.

*) Pemerhati masalah Lingkungan dan Permukiman, tinggal di Bandar Lampung.

Program Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Camat Sukarame Solahudin dan Jajaran Lakukan Pengerukan Normisasi Drainase

NATARAGUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Program Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Camat Sukarame Solahudin dan Jajaran Lakukan Pengerukan Normisasi Drainase di Jalan Pulau Damar Way Dadi Baru kecamatan Sukarame, Selasa, (27/05/2025).

Hal ini dilakukan oleh camat sukarame Solahudin dan jajaran dalam rangka menjalankan program walikota bandar lampung Hj. Eva Dwiana untuk membenahi kota bandar lampung lebih baik lagi.

“Hari ini kami jajaran pemerintah kota Bandar lampung kecamatan Sukarame melakukan pengerukan dan normalisasi drainase di jalan pulau damar way dadi dalam rangka mejalankan program yang diperintahkan oleh walikota bandar lampung Hj. Eva Dwiana agar saluran drainase di kota bandar lampung khusus di kecamatan sukarame tertata dengan baik dan agar bisa mencegah terdampaknya banjir.” ujar Solahudin Camat Sukarame

Tentu nya program pemerintah kota bandar lampung ini, harus dijalankan sesuai perintah walikota bandar lampung Hj.Eva Dwiana sehingga hal ini berdampak baik bagi pembagunan kota bandar lampung lebih baik lagi.

“Hal ini dilakukan agar mencegah terdampaknya banjir dan agar mengurangi terjadinya genangan air yang terjadi di jalanan, yang akan mengakibatkan banjir dan kerusakan jalan itu sendiri, sehingga lingkungan kita lebih baik dan tertata rapi dan bersih.” Tutup Solahudin (Kwt)

Pedagang Ikan Menggala. Oleh : M.Habib Purnomo. *)

nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Sejarah peradaban masyarakat sepanjang tepi sungai Tulang Bawang di-iringi pula dengan sejarah panjang para pedagangnya, termasuk pedagang hasil bumi seperti lada dll dan pedagang ikan nya ( termasuk pedagang terasi dan ikan asin).

Mantan Walikota Bandar Lampung Herman HN (Hasanusi ), bisa cerita tentang kisah para pedagang ikan Menggala ini.

Pada masa lalu daerah-daerah yang tanahnya subur di buka oleh orang-orang Menggala (dan sekitarnya) untuk di tanami lada yang hasilnya berlimpah untuk di jual ke kota.

Ketika membuka lahan mereka membawa bekal ikan asin, terasi, garam dan alat pertanian dari Menggala.

Tradisi makan ikan dari sungai dan rawa-rawa Tulang Bawang menghasilkan banyak orang-orang Tulang Bawang yang unggul sumber daya manusianya (human resource)

Orang Menggala banyak yang sukses di Jakarta (tingkat nasional) dan di daerah lain.

Terasi Menggala, ikan asin dan pedagang ikan segar, tidak bisa di pisahkan dengan kisah pedagang-pedagang ikannya.

Ributnya pedagang ikan Menggala dengan Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan mengingatkan kita akan lika-liku perjalanan panjang pedagang ikan Menggala

Tersandungnya Wakil Bupati Tulang bawang dengan pedagang ikan Menggala kita ambil hikmahnya, bahwa untuk meningkatkan sumberdaya masyarakat (kecerdasan otak) maka tradisi makan ikannya orang Menggala harus jadi contoh dan di lanjutkan dengan cara Pemda mempelopori produksi ikan dari sungai Tulang Bawang secara besar-besaran dan berkelanjutan, jangan sampai seperti nasib kedelai yg dulu jaya di tanam petani sekarang impor dari Amerika.

*) Penulis adalah Aktifis NU, Tinggal di Bandar Lampung.

Aksi Lampung Bersama Palestina Jilid III Berjalan Sukses. Lebih dari Rp 300 Juta Siap di Kirim ke Palestina. Aksi Jilid IV Kembali Akan di Gelar

nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Lebih dari 10.000 orang Masyarakat Lampung berkumpul di Pusat Kota Bandar Lampung pada 19 April lalu, untuk menyuarakan Keadilan bagi Palestina. Dari gelombang solidaritas luar biasa yang digelar dalam “Aksi Nyata Lampung Bersama Palestina Jilid III” berbagai elemen masyarakat Lampung Lintas Agama, Ormas, Adat, Kalangan, Mahasiswa tumpah ruah di jalan, menyerukan hentikan Genosida, akhiri penjajahan di Gaza.

Aksi ini diwarnai kegiatan Longmarch, konvoi, Orasi Para Tokoh, Tretical, Puisi dan Penggalangan Donasi Kemanusiaan untuk Palestina. Tidak hanya itu, adapula Aksi Gerakan Boycot dengan menempelkan sticker dan banner sosialisasi Fatwa MUI no 83 tahun 2023 tentang Himbauan untuk tidak membeli Produk Afiliasi Zionis Israel. Terpantau, ada tokoh Publik Figur yang hadir dan berorasi di Mobil Komando, seperti Andika Mahesa (Kangen Band), juga ada tokoh nasional seperti Ust. Husein Gaza.

Aksi Jilid III ini, bisa dikatakan Sukses Besar, namun aksi yang sukses ini tidak luput dari Evaluasi. 26 April kemarin, Panitia telah melakukan Evaluasi Kegiatan dan merilis informasi Donasi Terkumpul.

“Kami menyakini, Aksi Nyata Lampung Bersama Palestina Jilid III kemarin adalah salah satu Aksi besar yang ada dalam catatan sejarah di Provinsi Lampung. Tidak pernah Aksi Palestina Baik Jilid I di Bulan November 2023, Jilid II di bulan Juni 2024 yang sepi, pasti masa mencapai ribuan bahkan puluhan ribu. Kenapa? Karena hampir seluruh Masyarakat Lampung masih memiliki Rasa Kemanusiaan, ini adalah bukti bahwa Lampung Bersama Palestina!” tegas Muhammad Yasir, tokoh masyarakat dan inisiator aksi sekaligus ketua Aliansi.

Dari aksi ini, Aliansi telah mengumpulkan Donasi Kemanusiaan untuk Palestina hampir Rp. 200.000.000,- dan total siap dikirimkan senilai 20.000 USD atau setara ± Rp. 340.000.000,- setelah ditambahkan Donasi Kemanusiaan yang terkumpul lewat Relawan Peduli AlQuds.

“Alhamdulillah dalam Aksi kemarin, setelah semua di rekapitulasi Donasi Terkumpul sebesar 185.400.000,-. Selain donasi terkumpul saat aksi, ada juga donasi untuk Palestina yang di titipkan oleh Almaz Antasari salah satu perusahaan Fried Chicken di Indonesia sebesar 100.000.000,- satu pekan sebelum aksi kepada Relawan Peduli AlQuds. Dari totalan tersebut, Relawan Peduli AlQuds juga telah mengumpulkan Donasi Kemanusiaan, hingga bisa menambahkan donasi yang siap di kirim menjadi Rp. 340.000.000,- atau setara dengan 20.000 USD.” Jelas Yasir yang juga sebagai Ketua Relawan Peduli AlQuds.

“Ada juga sebenarnya yang kami tunggu kejelasannya, yaitu informasi Donasi dari Bunda Eva selaku Walikota Bandar Lampung. Info beredar dari kalangan rekan dewan juga media, bahwa di rapat paripurna yang terlaksana sebelum aksi, Bu Walkot mau hadir, naik panggung dan memberikan donasi sebesar Rp. 100.000.000,-, tapi sampai kami evaluasi kegiatan dan merekapitulasi donasi masuk, belum ada informasinya. Mungkin kawan-kawan media bisa dibantu tanyakan.” Tambahnya.

Dari Evaluasi itu juga panitia menyampaikan banyak terimakasih kepada pihak Kepolisian Khususnya Bapak Kapolresta Bandar Lampung serta jajaran, juga dinas Kebakaran yang telah sigap membantu berjalannya Aksi dari awal hingga akhir . Diputuskan pula panitia siap untuk memperbaiki hal-hal yang menjadi sorotan dalam Jilid III dan siap untuk kembali menggelar Aksi Lampung Bersama Palestina Jilid IV jika memang diperlukan, “Alhamdulillah, Aksi bisa dikatakan sukses, namun banyak yang harus kami perbaiki, seperti antisipasi kondisi cuaca, karna yang pingsan kemarin cukup banyak, 12 orang infonya. Dan kami sampaikan terimakasih banyak kepada Bapak Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Alfret Jacob Tilukay serta jajaran juga Dinas Pemadam Kebakaran yang sigap untuk membantu berjalannya Aksi dari awal hingga akhir. Tapi secara keseluruhan sukses. Dan kami sampaikan juga, kami siap jika dibutuhkan untuk kembali menggelar Aksi Lampung Bersama Palestina Jilid IV! Aksi ini akan terus terjadi sampai Palestina Merdeka!” Tegas Firmansyah Tokoh Masyarakat sekaligus Inisiator Aksi.

Untuk penyaluran donasi, Aliansi sepakat menunjuk tim pengiriman Donasi yaitu Ust. Yasir, ketua Aliansi juga ketua Relawan Peduli AlQuds, Ust. Firmansyah Inisiator Aksi juga Sekretaris Yayasan Alfian Husein, juga Ust. Ibnu Irawan, Lc, sebagai Pembina RPA. “InsyaaAllah dalam waktu dekat kami akan mengirim donasi langsung lewat akses Mesir, informasi dari Ustadz Yasir, RPA sudah berkomunikasi dengan Tim mereka di Mesir dan yang ada di dalam Gaza. Tadinya rencana 28 April, namun sedang di komunikasikan dengan kedutaan, berkaitan Visa. Saya sendiri ada kemungkinan ikut mengantarkan, tapi ada kemungkinan juga tidak. Tergantung fiksasi kapan keberangkatannya, karna banyak jadwal juga. Yang pasti jika saya ikut, kami akan mengantarkan donasi 100% dimana biaya perjalanan akan ditanggung pribadi.” Tutup Ust. Firmansyah. (Smh)

Pererat Tali Silaturahmi, Wakil Bupati Lampung Selatan M.Syaiful Anwar Adakan HBH Dengan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama

nataragung.id – KALIANDA – Wakil Bupati Lampung Selatan Bersama Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Lampung Selatan Gelar Halal Bihalal di Lingkungan Rumah Dinas Wakil Bupati di Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung (Lamsel). Sabtu, 26 April 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar selaku tuan rumah, anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Chalim (Nunik), Ketua DPC PKB Lampung Selatan Aliful Ma’rifah (Ning Alif), Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung Dr. KH Andi Warisno, MM.Pd., serta sejumlah tokoh NU seperti KH Nur Mahfudz (mantan Ketua PCNU Lamsel), KH Shaleh Bajuri, dan para pimpinan badan otonom NU seperti Ansor, Fatayat, dan Muslimat NU, IPNU-IPPNU, Lurah Bumi Agung, Irlan Rosyadi, Desmi Fitra, ketua Lingkungan (04) Kelurahan Bumi Agung dan warga masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Lampung Selatan M.Syaiful Anwar menyampaikan tujuan halal bihalal pada hari ini adalah guna mempererat tali silaturahmi dengan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan warga masyarakat setempat.

“Halal bihalal ini bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tapi juga momentum strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun sinergi antara ulama dan umara dalam membangun Lampung Selatan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas dukungannya dalam berbagai proses pembangunan daerah, termasuk dalam Pilkada lalu.

“Walau kita berbeda warna, kita tetap keluarga besar NU. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan sosial kita dalam menjaga stabilitas dan harmoni di tengah masyarakat,” tambahnya.

Syaiful juga berharap, kegiatan seperti ini dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat peran NU sebagai pilar moral dan sosial, terutama dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin menantang.

Acara Halal Bihalal diakhiri dengan doa bersama untuk menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban di antara para tokoh dan warga Lingkungan setempat serta para tamu yang hadir dari berbagai wilayah Kabupaten Lampung Selatan. (mara)

Pubian Telu Suku Lampung Tengah

nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Nama Pubian, salah satu marga yang ada di Lampung Tengah yaitu Marga Pubian atau Pubian Dakhak, yang terdiri dari enam kampung yaitu Kampung Negeri Kepayungan, Segala Mider, Tanjung Kemala, Negeri Ratu, Gunung Aji dan Gunung Raya.

Menurut hasil wawancara dengan Para tokoh adat dan para Penyimbang di 6 Kampung Pubian, nama “Pubian Telu Suku” memiliki asal-usul terdiri dalam bahasa Lampung yaitu : Mula ti-sebut Pubian sebab Umpu Tuyuk jelma pubian mula-mula nyusuk di pinggikh Way Pengubuan dan hulu Way Pubian. Mula ti-sebut telu suku : sebab kelompok Lampung Pepadun terdiri anjak telu suku ialah : Tambapupus, Menyakhakat, dan Bukukjadi, yang artinya adalah : bahwa nama Pubian berasal dari nama nenek moyang yang berasal dari Pubian dan pada awalnya masuk dari pinggir sungai pengubuan sampai ujung sungai pubian.

Asal mula disebut tiga suku karena kelompok Lampung Pubian terdiri atas tiga suku. Adapun Pubian Telu Suku terdiri dari :
1. Suku Menyekhakat
2. Suku Bukuk jadi
3. Suku Tambapupus

Suku Menyekhakat dikampung Negeri Kepayungan.

Suku Bukuk Jadi dikampung Gunung Haji

Suku Tambapupus dikampung Negeri Ratu, Tanjung Kemala, Segala Mider dan Gunung raya.

Setiap kelompok mempunyai buai/khulung masing-masing. Hal ini dapat dilihat dengan sangat jelas, umumnya nama khulung mengambil nama yang berasal dari Kebuaian tersebut. Adapun Kebuaian yang terdapat pada Masyarakat Lampung Pubian Telu Suku Terdiri atas:

1. Tambapupus yang terdiri dari : Buai Nuwat, Pemukapati, Pemukamenang,

* Buwai Pemukamenang terdiri dari 3 khulung yaitu:
1). Khulung balak
2). Khulung kedaloman
3). Khulung balai kencana.

* Buwai Pemukapati terdiri dari 7 khulung yaitu :
1). Khulung Gedung batin
2). Khulung Balak
3). Khulung Blambangan
4). Khulung Balai keratun
5). Khulung gekhiyya
6). Khulung gelang
7). Khulung helok

* Buwai Nuwat terdiri dari
1). Khulung Gunung
2). Khulung Balak
3). Khulung Bumi

2. Manyakhakat yang terdiri dari : Buwai Kediangan tuha, Buwai Manik tuha, dan Buwai Selagai tuha.

* Buwai Manik Tuha terdiri dari 5 khulung yaitu:
1). Khulung Banjakh Manik 1
2). Khulung Banjakh manik 2
3). Khulung khelok
4). Khulung geghayung
5). Khulung gedung

3. Bukuk jadi yang terdiri atas : Buwai Sejaya, Buwai Sejadi, Buwai Sebiyai.

* Panggeh dalam Bahasa Pubian disebut Pangetuha

1. Pengetuha Marga Pubian Telu Suku
Jak khatu Pemanggilan
Pusaka ngundang pilih
Siji yakin Pubian
Jukhagan di Way Putih

2. Pengetuha Suku Tambapupus
Depati asal bumi
Tambapupus Pamuka
Begawi khik bebagi
Tandani hulu nama

3. Pengetuha Suku Menyekhakat

Khalikku Nyepukhung
Anjak Sekala bekhak
Gunung di Pulau Lappung
Khaccakni samakhippak

4. Pengetuha Suku Bukuk Jadi
Sanak sudi mecukhung
Anjak mengaku liyu
Anjak jawa mit Lampung
Gunung dumpu selindu

* Pengetuha muli :

Putekhi sinakh alam
Tukhun jak paksi lima
Kak dija ngan bulimban
Bah bahan kayu hakha

5. Pengetuha Buwai Pemuka Menang
Sidang Belawan Anyakh
Jukhagan ngundang pilih
Sa batin duduk bandakh
Megung Cap Way Putih

* Pengetuha Muli

Putekhi khindu dayang
Lom gedung telu khulung
Tekhang di pemuka menang
Mak mengaji di Lampung

6. Pengetuha Buwai Pemuka Pati
Depati Asal Bumi
Tambapupus pemuka
Begawi khik bebagi
Tanda di hulu nama

* Pengetuha Muli
Putekhi minang gabus
Sangkan mak muloh diya
Mas mulus tatah lepus
Ya satu nimbang dua

7. Pengetuha Buwai Nuwat
Batin BuwaI mengaku
Sangun saka jemaja
Mula ya ngaku jakhu
Ya mena lapah siba

* Pengetuha Muli
Inton kemala sangon jemaja
Basing pok jengan ya nyalang calang
Tukhun mena jak anak tuha
Liwak dibintang pujama tekhang

8. Pengetuha Buwai Sejadi
Sidang belawan agung
Ngebakha jak sekala
Jak jawa mit di lampung
Diwani mak bubida

* Pengetuha Muli

Putekhi bidadakhi
Tukhun anjak kayangan
Temon tigoh tehukhi
Cuma sanga lapahan.

Sumber: Informan dari tokoh adat 6 Tiyuh marga pubian Lampung Tengah.

Editor : SyahidanMh